dia adalah seseorang yg Dia datangkan untuk memberikan suatu hal yg harus kamu mengerti & pahami
jarak, waktu, kesibukan serta segala macamnya bisa kamu coba rasakan (sekarang)
bisa kamu bayangkan ...* ingat ... hanya untuk bahan renungan ...*
berjauhan,jeda waktu yg terbatas, dia sibuk, kamu sibuk, hanya untuk
tersenyum & tertawa bersama saja jadi hal yg sangat langka, jika
tidak beruntung kamu hanya bisa diam menunggu, tapi jika beruntung kamu
masih bisa bertukar kabar meski hanya
lewat pesan singkat, lebih beruntung lagi jika bisa mendengar suaranya,
namun tak bisa setiap harinya seperti itu, rasa lelah seharian tentu
akan memberikan waktu lebih sedikit di malam hari untuk menyapa, tapi
moment itu pasti tidak akan dilewatkan bahkan sampai telfon pun
dibiarkan tak dimatikan sampai tertidur itu pun dilakukan, hal yg
mungkin dianggap konyol oleh yg lain, banyak hal lain lagi, iya hal-hal
kecil yg justru berharga mahal, yg mungkin untuk orang lain biasa tp
jadi hal yg istimewa bagi yg merasakannya, betapa berat & sulitnya
arti kata sebuah perjuangan itu, hanya demi orang yg begitu disayangi
:')
sabar dan tetap semangat untuk masa depan
ada orang-orang yg menyayangi, mendoakan dan menunggumu kembali
Hargailah sebuah proses dalam setiap langkah yang kita lewati karena disanalah kita menyadari adanya sebuah perjuangan bagaimana kita mencapai apa yang telah kita dapatkan kini
Jumat, 02 Oktober 2015
Kamis, 28 Mei 2015
Teringat Kenangan Itu
2007-2010
perjalanan yang menggores dengan begitu membekas dalam pikiran
sebuah perjuangan dalam pendidikan
masa SMA
iya di tahun itulah aku menapaki jalan demi modal untuk meraih masa depan
masa yang mungkin bagi sebagian orang lain bisa jadi dihabiskan untuk bersenang-senang, menikmati masa remaja dengan bermain dan jalan-jalan
namun untukku, itulah masa dimana begitu berat perjuangan yang harus aku lalui
kabut masih menyelimuti pagi, aku harus sudah bersiap untuk menuju sekolah
dengan berjalan kaki, sendiri
2 km mungkin aku harus berjalan menembus jalan pintas
dari rumah aku harus berjalan dan dilanjutkan menyeberang kali menggunakan perahu kecil yang sangat setia menanti kami para anak sekolah, begitu pagi
lalu aku pun masih harus berjalan kembali menyusuri kebun dan sawah
ketika beruntung, aku bisa saja bersama anak lain namun terlalu sering aku sendiri dalam suasana dinginnya pagi, kabut tebal dan sepinya suasana sekitarku tak lagi aku pikirkan
selepas itu aku sudah sampai di tepi jalan kembali aku harus menunggu bus beberapa menit
barulah aku sampai di sekolahku
di tempat penuh kenangan
dari sanalah aku belajar, mendapat teman dan memeperoleh ilmu sebagai modal untuk bisa meraih apa yang telah aku dapatkan kini
hujan
kata yang terkadang tak aku sukai
itu yang cukup menghambat perjalananku entah berangkat ke sekolah atau pulang ke rumah
bayangkan jika malam turun hujan
esok pagi tentu sungaimeluap dan meninggalkan bekas di pinggirnya
bagaimana aku menuju ke sekolah ?
sudah begitu rapi berdandan dari rumah ketika sampai di tepian sungai, lihat betapa buruknya keadaan disana
sepatu yang begitu bersih apakah akan dipaksa melewati jalan seperti itu
melepas sepatu, ya itu jalan satu-satunya
setelah sampai di seberang apakah aku tetap tanpa sepatu ?
harus memutar otak, apa yang dibayangkan ?
ya aku mencari air untuk membersihkan kakiku
tapi dimana ? tidak ada rumah, yang ada hanya kebun dan sawah
tapi lihat, ada air yang mengalir begitu jernih di pinggiran sawah
iya, air itulah yang aku gunakan untuk membasuh kakiku yang kotor agar aku tetap terlihat bersih dan rapi sampai ke sekolah
itu jika hujan terjadi malam hari, lalu jika hujan ketika masih di sekolah
ketika mendung pun aku sudah berpikir keras membayangkan bagaimana bisa pulang
sungai pasti meluap tentu perahu tak sanggup menyeberang karena tenaga manusialah yang digunakan
aku putuskan untuk memutar jalan
melalui jalan lain yang tentu cukup jauh dan menyita banyak waktu
belum lagi ketika kegiatan sekolah sampai sore
untuk mendapatkan angkutan tentu sudah sulit
dan ketika sudah mendapatkan angkutan pun aku masih harus berjalan jauh untuk sampai ke rumah
kenangan yang tak akan aku lupakan
iya, saat itu kendaraan bermotor masih cukup jarang
tidak setiap rumah memiliki motor seperti sekarang
saat itu aku juga belum difasilitasi motor oleh orang tua
jika aku lihat sekarang, mereka yang bersekolah sudah dengan fasilitas yang begitu memadai
namun aku tidak marah ataupun menyesal dengan keadaan dulu
justru aku sangat bersyukur
dulu adalah kenangan yang begitu berharga dimana aku belajar tentang sebuah perjuangan, kerja keras dan kesabaran
karena aku tau bahwa untuk mendapatkan suatu hal harus melalui jalan yang terjal
disitulah kita di uji, seberapa kuatnya kita
pelajaran berharga yang tentu tidak semua orang mampu melewatinya
:)
terima kasih "kenangan"
engkau telah mengajarkan aku arti sebuah perjuangan dalam meraih mimpi-mimpiku
perjalanan yang menggores dengan begitu membekas dalam pikiran
sebuah perjuangan dalam pendidikan
masa SMA
iya di tahun itulah aku menapaki jalan demi modal untuk meraih masa depan
masa yang mungkin bagi sebagian orang lain bisa jadi dihabiskan untuk bersenang-senang, menikmati masa remaja dengan bermain dan jalan-jalan
namun untukku, itulah masa dimana begitu berat perjuangan yang harus aku lalui
kabut masih menyelimuti pagi, aku harus sudah bersiap untuk menuju sekolah
dengan berjalan kaki, sendiri
2 km mungkin aku harus berjalan menembus jalan pintas
dari rumah aku harus berjalan dan dilanjutkan menyeberang kali menggunakan perahu kecil yang sangat setia menanti kami para anak sekolah, begitu pagi
lalu aku pun masih harus berjalan kembali menyusuri kebun dan sawah
ketika beruntung, aku bisa saja bersama anak lain namun terlalu sering aku sendiri dalam suasana dinginnya pagi, kabut tebal dan sepinya suasana sekitarku tak lagi aku pikirkan
selepas itu aku sudah sampai di tepi jalan kembali aku harus menunggu bus beberapa menit
barulah aku sampai di sekolahku
di tempat penuh kenangan
dari sanalah aku belajar, mendapat teman dan memeperoleh ilmu sebagai modal untuk bisa meraih apa yang telah aku dapatkan kini
hujan
kata yang terkadang tak aku sukai
itu yang cukup menghambat perjalananku entah berangkat ke sekolah atau pulang ke rumah
bayangkan jika malam turun hujan
esok pagi tentu sungaimeluap dan meninggalkan bekas di pinggirnya
bagaimana aku menuju ke sekolah ?
sudah begitu rapi berdandan dari rumah ketika sampai di tepian sungai, lihat betapa buruknya keadaan disana
sepatu yang begitu bersih apakah akan dipaksa melewati jalan seperti itu
melepas sepatu, ya itu jalan satu-satunya
setelah sampai di seberang apakah aku tetap tanpa sepatu ?
harus memutar otak, apa yang dibayangkan ?
ya aku mencari air untuk membersihkan kakiku
tapi dimana ? tidak ada rumah, yang ada hanya kebun dan sawah
tapi lihat, ada air yang mengalir begitu jernih di pinggiran sawah
iya, air itulah yang aku gunakan untuk membasuh kakiku yang kotor agar aku tetap terlihat bersih dan rapi sampai ke sekolah
itu jika hujan terjadi malam hari, lalu jika hujan ketika masih di sekolah
ketika mendung pun aku sudah berpikir keras membayangkan bagaimana bisa pulang
sungai pasti meluap tentu perahu tak sanggup menyeberang karena tenaga manusialah yang digunakan
aku putuskan untuk memutar jalan
melalui jalan lain yang tentu cukup jauh dan menyita banyak waktu
belum lagi ketika kegiatan sekolah sampai sore
untuk mendapatkan angkutan tentu sudah sulit
dan ketika sudah mendapatkan angkutan pun aku masih harus berjalan jauh untuk sampai ke rumah
kenangan yang tak akan aku lupakan
iya, saat itu kendaraan bermotor masih cukup jarang
tidak setiap rumah memiliki motor seperti sekarang
saat itu aku juga belum difasilitasi motor oleh orang tua
jika aku lihat sekarang, mereka yang bersekolah sudah dengan fasilitas yang begitu memadai
namun aku tidak marah ataupun menyesal dengan keadaan dulu
justru aku sangat bersyukur
dulu adalah kenangan yang begitu berharga dimana aku belajar tentang sebuah perjuangan, kerja keras dan kesabaran
karena aku tau bahwa untuk mendapatkan suatu hal harus melalui jalan yang terjal
disitulah kita di uji, seberapa kuatnya kita
pelajaran berharga yang tentu tidak semua orang mampu melewatinya
:)
terima kasih "kenangan"
engkau telah mengajarkan aku arti sebuah perjuangan dalam meraih mimpi-mimpiku
Senin, 25 Mei 2015
Kuatkan Aku *)dalam kesendirian
jika Engkau inginkan aku untuk sendiri kini
jika Engkau belum ijinkan aku ditemani oleh seseorang
kuatkan aku dalam setiap cobaan-Mu
biarkan aku meraih mimpi untuk masa depanku
selama aku masih sendiri
biarkan aku memperbaiki diriku hingga aku pantas untuk dibanggakan
pantas untuk diakui
dan pantas untuk diperlihatkan
aku tidak ingin lagi dibohongi
aku tidak ingin lagi disakiti
dan aku tidak ingin ditinggal tanpa alasan lagi
aku malu
malu pada diriku sendiri pernah membanggakan orang lain yang sama sekali tak bangga memilikiku
seakan terbuang ...
aku begitu merasa bersalah pada diriku karena aku belum bisa menempatkan diri dengan tepat dan benar
07032015
jika Engkau belum ijinkan aku ditemani oleh seseorang
kuatkan aku dalam setiap cobaan-Mu
biarkan aku meraih mimpi untuk masa depanku
selama aku masih sendiri
biarkan aku memperbaiki diriku hingga aku pantas untuk dibanggakan
pantas untuk diakui
dan pantas untuk diperlihatkan
aku tidak ingin lagi dibohongi
aku tidak ingin lagi disakiti
dan aku tidak ingin ditinggal tanpa alasan lagi
aku malu
malu pada diriku sendiri pernah membanggakan orang lain yang sama sekali tak bangga memilikiku
seakan terbuang ...
aku begitu merasa bersalah pada diriku karena aku belum bisa menempatkan diri dengan tepat dan benar
07032015
Jumat, 06 Februari 2015
Sudah Cukup Aku Diacuhkan
lalu untuk apa memikirkan orang yg kamu saja bagi dia bukan menjadi prioritas
ada baiknya lebih penting pendidikan dan mengejar karirmu
jika dia bersungguh-sungguh tentu dia tau bagaimana caranya memperlakukanmu, membagi waktu di tengah kesibukannya
jadi tidak usah terlena dengan panggilan "sayang" yg dulu, sekarang panggilan itu pun berubah menjadi "kamu" kan ... entah karena apa
dan tidak perlu mengungkit bahwa kamu pernah meluangkan waktu untuknya, menanyakan kabarnya atau memberi sekedar kalimat semangat kepadanya
ketika kamu ada, aku ada
namun ketika aku butuh, kamu entah kemana
pada akhirnya kamu tak mendapat apa-apa
iya karena ini bukan tentang sebuah "balasan"
ini hanya tentang sebuah keikhlasan dan kesabaran
sehingga kamu mengerti serta memahami bahwa ketika kamu mencoba menerima kesibukannya saja belum tentu dia pun mengerti keadaanmu
dan satu hal terpenting, kamu tidak pernah menuntut berlebih bukan karena tidak peduli hanya saja tidak ingin terlalu membebani tugas dan rasa lelah yg tentu dia rasakan setiap harinya, bukan kasihan padanya hanya aku lebih sadar diri dan berharap jika dia mampu mengerti serta bersikap lebih dewasa , ketika aku tak memberi kabar itu berarti aku menunggunya untuk menyempatkan menyapaku terlebih dahulu, namun itu hanya harapan semu bagiku
baiklah :) sudah cukup
aku tidak ingin terlihat sebagai "wanita pengemis"
kenapa ? karena sudah terlalu sering berkali-kali menyapa dahulu namun tak terbalas
rasanya "memalukan"
rasanya lebih dari seorang peminta-minta
tapi setidaknya aku belajar lebih introspeksi diri
siapa yang pantas untuk mendapat kesetiaan
ada baiknya lebih penting pendidikan dan mengejar karirmu
jika dia bersungguh-sungguh tentu dia tau bagaimana caranya memperlakukanmu, membagi waktu di tengah kesibukannya
jadi tidak usah terlena dengan panggilan "sayang" yg dulu, sekarang panggilan itu pun berubah menjadi "kamu" kan ... entah karena apa
dan tidak perlu mengungkit bahwa kamu pernah meluangkan waktu untuknya, menanyakan kabarnya atau memberi sekedar kalimat semangat kepadanya
ketika kamu ada, aku ada
namun ketika aku butuh, kamu entah kemana
pada akhirnya kamu tak mendapat apa-apa
iya karena ini bukan tentang sebuah "balasan"
ini hanya tentang sebuah keikhlasan dan kesabaran
sehingga kamu mengerti serta memahami bahwa ketika kamu mencoba menerima kesibukannya saja belum tentu dia pun mengerti keadaanmu
dan satu hal terpenting, kamu tidak pernah menuntut berlebih bukan karena tidak peduli hanya saja tidak ingin terlalu membebani tugas dan rasa lelah yg tentu dia rasakan setiap harinya, bukan kasihan padanya hanya aku lebih sadar diri dan berharap jika dia mampu mengerti serta bersikap lebih dewasa , ketika aku tak memberi kabar itu berarti aku menunggunya untuk menyempatkan menyapaku terlebih dahulu, namun itu hanya harapan semu bagiku
baiklah :) sudah cukup
aku tidak ingin terlihat sebagai "wanita pengemis"
kenapa ? karena sudah terlalu sering berkali-kali menyapa dahulu namun tak terbalas
rasanya "memalukan"
rasanya lebih dari seorang peminta-minta
tapi setidaknya aku belajar lebih introspeksi diri
siapa yang pantas untuk mendapat kesetiaan
Langganan:
Postingan (Atom)
